Langsung ke konten utama

Badan Pertahanan Negara

Menarik untuk menyadari bahwa salah satu fungsi dari negara adalah untuk mempertahankan kedaulatan atas daerahnya dan menciptakan kondisi yang sesuai bagi setiap warga negaranya untuk hidup. Fungsi inilah yang diimplementasikan ke dalam badan pertahanan negara. Setiap negara pasti memiliki badan pertahanan negara. Misinya sangat vital, yaitu mempertahankan negara dalam kondisi aman. Badan ini yang seringkali menjadi pertaruhan satu negara di antara negara lainnya. Jika badan pertahanan lemah, negara terpuruk, jika badan pertahanan kuat, negara berjaya.

Di Indonesia, terdapat satu badan pertahanan negara yang dikenal dengan nama TNI (Tentara Nasional Indonesia). TNI sendiri terbagi menjadi 3 yaitu TNI-AU (Angkatan Udara), TNI-AD (Angkatan Darat), dan TNI-AL (Angkatan Laut). Perbedaan dari ketiga bagian TNI tersebut jelas, yaitu area pertahanannya. Sebenarnya terdapat satu badan lagi bernama POLRI (Polisi Republik Indonesia) yang bermisi menciptakan keamanan publik. Dahulu POLRI tergabung dengan TNI, namun sekarang terpisah menjadi 2 badan yang berbeda.


Tugas TNI mungkin sering tidak terlihat oleh masyarakat publik. Namun sebenarnya mereka yang berjasa untuk menciptakan suasana negara yang kondusif. Mereka banyak bekerja di sudut-sudut, perbatasan negara, perbatasan area udara. Tanpa kita sadari mereka sedang membuat sebuah kondisi homeostatis di antara gangguan-gangguan luar. Hal ini dapat dianalogikan seperti mereaksikan sebuah bahan kimia di tabung tertutup, yang tidak boleh diganggu oleh partikel udara luar. Kita tidak mengetahui ternyata banyak sekali gangguan yang mengancam kestabilan negara, mulai dari yang paling kecil seperti banyaknya penyusup-penyusup dari luar negeri, imigran gelap, pasar gelap, hingga pencuri sumber daya alam, negara pencaplok daerah, dan terorisme. Yang kita rasakan adalah kehidupan yang boleh dibilang cukup teratur.
Dapatkah kalian bayangkan apabila tidak ada yang mau bertanggung jawab terhadap keamanan negara? Mungkin kehidupan seperti sekarang ini tidak bisa didapatkan. Berbagai invasi, perang, pencurian, hingga penjajahan mungkin dapat terjadi tepat di mata kita. Karena itu, peran dari badan pertahanan negara tidak dapat diabaikan.

Hari ini saya kebetulan menonton acara TV mengenai illegal fishing di Indonesia. Ternyata itu bukan hal yang main-main. Ternyata potensi ikan di Indonesia memang begitu besar sampai-sampai orang luar nekat untuk mencuri potensi tersebut dengan menyusup ke area laut Indonesia secara ilegal. Jelas hal ini harus ditangani dengan tegas, dan yang bertanggung jawab terhadap hal itu tiada lain dan bukan adalah TNI, dalam hal ini satu bagian dalam tubuhnya yang bertugas untuk pengawasan. Aksi pengawasan ini ternyata tidak dapat main-main. Banyak di antara mereka yang melakukan illegal fishing membawa senjata untuk menghancurkan siapapun yang menghalangi nya. Mereka juga bisa jadi melakukan pemancingan dengan cara yang tidak diperkenankan (bom, racun) yang dapat merusak ekosistem, dan mereka tidak peduli karena itu bukan negaranya. Bisa dibayangkan kerugian yang dapat terjadi apabila hal itu tidak ditindak tegas: punahnya species yang dapat mencoreng citra negara, hingga langkanya ikan yang bisa membawa kelaparan bagi penduduk Indonesia. Sangat krusial.

Karena itu, kita patut menyadari akan pentingnya peran badan pertahanan negara dan turut menghargainya. Memang sejarah banyak mencatat seringkali badan pertahanan inilah yang membawa ketidakstabilan negara. Namun itu sebenarnya kesalahan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab namun memiliki power di dalam badan tersebut. Pembersihan di dalam badan pertahanan memang perlu, untuk menjamin tidak ada penyimpangan dalam apa yang dikerjakannya. Di luar itu, TNI adalah badan negara dengan peran yang luar biasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Klasifikasi Mall

Orang Indonesia khususnya orang Jakarta pasti sudah tidak asing dengan mall . Jenis pusat perbelanjaan ini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Jakarta saat ini. Dari tujuan awalnya   yaitu sebagai tempat untuk melakukan transaksi/perdagangan, mall  saat ini telah berkembang sebagai tempat yang tidak hanya memfasilitasi kegiatan perdagangan, tetapi juga sebagai tempat nongkrong , ruang publik  untuk menyuarakan aspirasi, hingga sebagai gaya hidup masyarakat. Terinspirasi dari sebuah pembicaraan, saya ingin membuat klasifikasi mall-mall yang ada di Indonesia. Ternyata tidak semua mall di Indonesia itu sama loh! Mall  di Indonesia ada bermacam-macam jenisnya bergantung pada strategi pendiri mall tersebut, yang disesuaikan pula dengan tujuan dibangunnya mall, demografi dari konsumen , dan hal-hal penting lainnya. Berikut klasifikasi-klasifikasi mall  berdasarkan hasil pemikiran pribadi (sengaja contoh tidak diberikan untuk menghinda...

Perbandingan sistem SKS di Indonesia (ITB) dan ECTS di Belanda (TU Delft), dan alasan mengapa banyak yang merasa kuliah di Belanda lebih berat daripada di Indonesia.

"Lebih berat kuliah di Indonesia atau kuliah di Belanda?" Banyak pertanyaan semacam itu dikemukakan oleh orang-orang yang penasaran bagaimana rasanya menempuh studi Magister di negeri kincir angin ini. Bagi sebagian besar orang yang sedang sama-sama menempuh kuliah di sini (secara spesifik di TU Delft) dan sebelumnya menempuh pendidikan S1 di Indonesia, beban kuliah di sini rasanya lebih banyak daripada beban kuliah di Indonesia. Saya pun kurang lebih merasakan hal tersebut. Namun, opini-opini tersebut masih berupa sekumpulan argumen yang bersifat kualitatif. Apakah ada penjelasan kuantitatif yang mendukung pendapat beban studi di Belanda lebih besar daripada beban studi di Indonesia? Saya akan mencoba membahasnya di sini. Perguruan tinggi di Indonesia mengenal sistem Satuan Kredit Semester (SKS) untuk mengukur beban studi mahasiswa dalam menempuh kuliah. Saya kurang tahu apakah sistem SKS berlaku sama atau berbeda-beda antar perguruan tinggi di Indonesia. Oleh karen...

Stephani's 17th Birthday

Walaupun ultahnya telah lewat, namun acara ultah 17 tahun Fani yang bertempat di Restoran Jala-jala (dekat Nn. Yenny)ini berlangsung cukup meriah. Beruntung sekali gw diundang, walau harus menjadi sang lelaki satu2nya (selain keluarganya tentunya). Perjalanan gw dimulai dengan terburu2 mandi dan bersiap-siap jalan ke Bogor. Di saat matahari lagi giat2 nya menyengat gw langsung panggil ojek, diteruskan naik angkot dan terakhir naik kereta di stasiun UI. Sialnya, kereta ekonomi AC (5,5 rb) baru jalan 10 menit sebelum gw sampai di stasiun, dan kereta AC berikutnya baru akan datang 40 menit lagi. Karena acaranya di-planning jam 4, otomatis naik kereta AC berikutnya akan membuat gw telad banget sampe tempat tujuan, yaudah gw putuskan naik kereta ekonomi biasa (2 rb). Kereta pun datang 5 menit kemudian... WAAWW!!! Penuh sekaleee... dari luar ngga bisa keliatan secuil space untuk berdiri... tapi daripada ngga jalan2, gw terobos saja dengan penuh kekhawatiran, karena umumnya saat seper...