Langsung ke konten utama

SEA Games XXVI 2011 resmi dibuka

Akhirnya, pada tanggal cantik 11/11/11 ini ada sesuatu yang keren terjadi di Indonesia, tepatnya di kota pempek Palembang, yaitu pembukaan SEA Games XXVI. Opening Ceremony ini berlangsung dengan sangat heboh, sangat tidak menyangka kalau acara seheboh itu bisa dibuat di Indonesia (terlepas dari seberapa besar dananya). Bangga lah menjadi orang Indonesia, bisa mengetahui kalau Indonesia bisa unjuk gigi di mata internasional dengan menyelenggarakan acara seheboh itu.
Opening Ceremony tersebut menampilkan beragam tari kolosal dengan tema kerajaan Sriwijaya. Kehebatan kerajaan yang kata sejarah merupakan kerajaan yang sangat melegenda se-asia tenggara itu ditampilkan dalam sebuah Visual-Audio Performance yang oke banget lah, mirip seperti jaman olimpiade Beijing 2008 dulu (katanya sih memang acara ini berkiblat ke sana). Ga nyangka ya Indonesia bisa bikin kayak gitu, heuheu. Sayangnya ada sedikit ketidaksempurnaan, seperti adanya hujan di tengah acara, gangguan teknis mikrofon saat pidato, api SEA Games yang sempat di-ekspos mati ketika dibawa, serta penyala kaldron Susi Susanti yang gagal melemparkan lembingnya ke kaldron.

Khusus untuk kasus Susi Susanti, memang dilema sih melempar lembing dengan sangat presisi sembari diterbangkan dengan seutas kawat halus tanpa adanya pengaman di bawahnya. Peluang human error sangat tinggi. Ditambah lagi, kalau sudah meleset lembingnya, mau kaldronnya nyala pasti failed, kaldronnya ga nyala lebih failed lagi. Hanya saja, tadi timing kaldronnya nyala kurang koordinatif nih, masa udah nyala duluan sebelum lembing dilempar. Jin kali yang nyalain yah... hehe

Terlepas dari ketidaksempurnaan itu, saya masih merasa bangga karena Indonesia bisa membuat acara sehebat itu #applause

Oya, mungkin ada yang belum tahu apa sih maskot SEA Games kali ini? Jadi, maskot kali ini adalah sepasang komodo bernama Modo dan Modi (gambarnya yang di atas itu lho!), menggunakan baju daerah dan kain batik... Ya maklum, Indonesia lagi GeeR GeeR nya dengan komodo sebagai kandidat world 7-wonders.

Akhirnya, mari kita dukung atlet Indonesia agar dapat unggul di SEA games kali ini, siapa tahu Indonesia bisa jadi #1 di kandang sendiri.. hehe. Dan, kita tunggu Closing Ceremony-nya, semoga lebih baik dari Openingnya :)

Hopefully...

n.b.: Congratulation to Indonesia, Palembang, Kompas-Gramedia Production, Erwin Gutawa, Agnes Monica, Susi Susanti, all 1000-and-more dancers, musician, etc etc...

Komentar

  1. Video Opening Ceremonynya bisa dilihat di youtube:
    http://www.youtube.com/watch?v=1iYDM2rzYCs

    BalasHapus

Posting Komentar

Please comment below:

Postingan populer dari blog ini

Klasifikasi Mall

Orang Indonesia khususnya orang Jakarta pasti sudah tidak asing dengan mall . Jenis pusat perbelanjaan ini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Jakarta saat ini. Dari tujuan awalnya   yaitu sebagai tempat untuk melakukan transaksi/perdagangan, mall  saat ini telah berkembang sebagai tempat yang tidak hanya memfasilitasi kegiatan perdagangan, tetapi juga sebagai tempat nongkrong , ruang publik  untuk menyuarakan aspirasi, hingga sebagai gaya hidup masyarakat. Terinspirasi dari sebuah pembicaraan, saya ingin membuat klasifikasi mall-mall yang ada di Indonesia. Ternyata tidak semua mall di Indonesia itu sama loh! Mall  di Indonesia ada bermacam-macam jenisnya bergantung pada strategi pendiri mall tersebut, yang disesuaikan pula dengan tujuan dibangunnya mall, demografi dari konsumen , dan hal-hal penting lainnya. Berikut klasifikasi-klasifikasi mall  berdasarkan hasil pemikiran pribadi (sengaja contoh tidak diberikan untuk menghinda...

Perbandingan sistem SKS di Indonesia (ITB) dan ECTS di Belanda (TU Delft), dan alasan mengapa banyak yang merasa kuliah di Belanda lebih berat daripada di Indonesia.

"Lebih berat kuliah di Indonesia atau kuliah di Belanda?" Banyak pertanyaan semacam itu dikemukakan oleh orang-orang yang penasaran bagaimana rasanya menempuh studi Magister di negeri kincir angin ini. Bagi sebagian besar orang yang sedang sama-sama menempuh kuliah di sini (secara spesifik di TU Delft) dan sebelumnya menempuh pendidikan S1 di Indonesia, beban kuliah di sini rasanya lebih banyak daripada beban kuliah di Indonesia. Saya pun kurang lebih merasakan hal tersebut. Namun, opini-opini tersebut masih berupa sekumpulan argumen yang bersifat kualitatif. Apakah ada penjelasan kuantitatif yang mendukung pendapat beban studi di Belanda lebih besar daripada beban studi di Indonesia? Saya akan mencoba membahasnya di sini. Perguruan tinggi di Indonesia mengenal sistem Satuan Kredit Semester (SKS) untuk mengukur beban studi mahasiswa dalam menempuh kuliah. Saya kurang tahu apakah sistem SKS berlaku sama atau berbeda-beda antar perguruan tinggi di Indonesia. Oleh karen...

Stephani's 17th Birthday

Walaupun ultahnya telah lewat, namun acara ultah 17 tahun Fani yang bertempat di Restoran Jala-jala (dekat Nn. Yenny)ini berlangsung cukup meriah. Beruntung sekali gw diundang, walau harus menjadi sang lelaki satu2nya (selain keluarganya tentunya). Perjalanan gw dimulai dengan terburu2 mandi dan bersiap-siap jalan ke Bogor. Di saat matahari lagi giat2 nya menyengat gw langsung panggil ojek, diteruskan naik angkot dan terakhir naik kereta di stasiun UI. Sialnya, kereta ekonomi AC (5,5 rb) baru jalan 10 menit sebelum gw sampai di stasiun, dan kereta AC berikutnya baru akan datang 40 menit lagi. Karena acaranya di-planning jam 4, otomatis naik kereta AC berikutnya akan membuat gw telad banget sampe tempat tujuan, yaudah gw putuskan naik kereta ekonomi biasa (2 rb). Kereta pun datang 5 menit kemudian... WAAWW!!! Penuh sekaleee... dari luar ngga bisa keliatan secuil space untuk berdiri... tapi daripada ngga jalan2, gw terobos saja dengan penuh kekhawatiran, karena umumnya saat seper...